Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses negosiasi dengan Iran saat ini telah memasuki fase akhir dan menjadi penentu hubungan kedua negara ke depan. Meski masih membuka peluang tercapainya kesepakatan damai, Trump menegaskan Washington tidak akan ragu mengambil tindakan militer apabila Iran gagal memenuhi tuntutan yang diajukan AS.

Dalam pidatonya, Trump mengaku sebelumnya sempat menunda rencana operasi militer besar demi memberi ruang bagi jalur diplomasi. Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar konflik tidak langsung berubah menjadi perang terbuka yang bisa memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah. Namun Trump juga memperingatkan bahwa kesabaran Amerika Serikat memiliki batas waktu.

Baca Juga: Modus Buka SPPG Berkedok Orang Dalam BGN Terbongkar, Korban Rugi Hampir Rp 2 Miliar

Pernyataan keras itu langsung memicu perhatian dunia internasional. Banyak pihak khawatir ancaman terbaru dari Trump dapat memperburuk hubungan antara Washington dan Teheran yang selama ini sudah memanas akibat isu nuklir, keamanan regional, hingga konflik kepentingan di Timur Tengah. Situasi ini juga dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi dan harga minyak dunia.

Di sisi lain, pemerintah Iran dikabarkan masih mempelajari proposal terbaru dari Amerika Serikat terkait kesepakatan yang sedang dinegosiasikan. Teheran menegaskan tidak ingin ditekan dengan ancaman militer dan memperingatkan akan memberikan balasan besar jika AS kembali melakukan serangan terhadap wilayah Iran.

Baca Juga: Polda Jabar Bongkar Penipuan “Titik Dapur MBG”, Pelaku Catut Nama Jenderal BGN

Ketegangan kedua negara kini terus dipantau dunia karena dikhawatirkan dapat memicu konflik baru berskala internasional apabila negosiasi gagal mencapai titik temu.

source: Trump Bilang Negosiasi Kini Tahap Akhir, Ancam Serang Iran Lagi!