JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disebut dapat membebani fiskal negara. Menurutnya, kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia saat ini masih tergolong kuat dan stabil.
Purbaya bahkan menyindir media internasional The Economist yang dianggap terlalu fokus menyoroti risiko fiskal Indonesia. Ia mengatakan, dengan kondisi ekonomi saat ini, Indonesia justru layak mendapat apresiasi.
Baca Juga: BGN Pastikan Relawan SPPG Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
“Indonesia masih bagus. Harusnya The Economist puji kita,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan terkait prospek ekonomi nasional.
Ia menjelaskan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk MBG dan pembentukan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Menurutnya, rasio utang Indonesia juga masih relatif aman dibanding sejumlah negara berkembang lain.
Purbaya menilai kritik terhadap program pemerintah merupakan hal wajar, namun ia meminta publik melihat dampak jangka panjang yang ingin dicapai. Program MBG disebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sementara Kopdes diyakini mampu memperkuat ekonomi desa dan distribusi pangan nasional.
Baca Juga: Muncul Isu Gerakan Sistematis Pascahari Kebangkitan Nasional, Guru Besar UPI Ingatkan Bahaya Polarisasi
Sebelumnya, sejumlah ekonom dan lembaga internasional menyoroti potensi tekanan terhadap APBN akibat besarnya anggaran program-program baru pemerintah. Namun pemerintah memastikan seluruh kebijakan tetap disusun dengan mempertimbangkan stabilitas fiskal negara.
source: MBG dan Kopdes Dinilai Bebani Fiskal, Purbaya: Kita Masih Bagus, Harusnya The Economist Puji Kita...
