Viral Curhatan Penerima LPDP: “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”, Picu Pro-Kontra
Jakarta – Jagat media sosial diramaikan dengan pernyataan seorang penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyebut, “Cukup saya WNI, anak jangan.” Ungkapan tersebut memicu perdebatan luas dan menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat.
Pernyataan itu beredar dalam bentuk tangkapan layar dan potongan unggahan yang kemudian viral. Banyak warganet mempertanyakan maksud dari kalimat tersebut, mengingat LPDP merupakan program beasiswa yang dibiayai negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
LPDP sendiri merupakan program di bawah Kementerian Keuangan yang memberikan pendanaan studi bagi putra-putri Indonesia di dalam maupun luar negeri. Para penerima beasiswa umumnya terikat komitmen untuk kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan pendidikan dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan semangat kebangsaan, terlebih diucapkan oleh seseorang yang mendapatkan fasilitas pendidikan dari negara. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa konteks pernyataan perlu dilihat secara utuh dan tidak sepotong-potong.
Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan terkait maksud ucapannya. Sementara itu, diskursus di ruang publik terus berkembang, mulai dari isu nasionalisme, kualitas pelayanan publik, hingga harapan generasi muda terhadap masa depan Indonesia.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya bijak dalam bermedia sosial, terutama bagi figur yang terikat dengan program negara. Banyak pihak berharap polemik tersebut dapat menjadi refleksi bersama, bukan sekadar perdebatan tanpa arah.





