Trump Ultimatum NATO: Dagang dengan China, Siap-Siap Kena Tarif 100%
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi internasional setelah melontarkan ancaman akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara anggota NATO yang tetap menjalin hubungan dagang intensif dengan China. Pernyataan tersebut menambah ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu tradisionalnya di Eropa.
Dalam pernyataannya, Trump menilai kerja sama ekonomi negara-negara NATO dengan China sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan ekonomi dan keamanan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa jika kembali berkuasa, kebijakan perdagangan keras akan diterapkan untuk melindungi industri dalam negeri AS.
“Tidak adil jika negara-negara NATO mengandalkan perlindungan keamanan Amerika, tetapi justru memperkuat ekonomi China lewat perdagangan,” ujar Trump dalam pidatonya. Ia menyebut tarif tinggi sebagai langkah “pembalasan yang sah”.
Ancaman tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah pemimpin Eropa. Mereka menilai pendekatan Trump berpotensi merusak hubungan transatlantik dan mengganggu stabilitas perdagangan global. Uni Eropa menegaskan bahwa hubungan dagang dengan China didasarkan pada kepentingan ekonomi masing-masing negara, bukan tekanan politik.
Para analis menilai pernyataan Trump mencerminkan kelanjutan kebijakan “America First” yang pernah ia terapkan selama masa jabatannya. Kebijakan tersebut dinilai memperlebar jurang perbedaan antara AS dan sekutunya, khususnya dalam menghadapi China sebagai kekuatan ekonomi global.
Meski Trump saat ini tidak menjabat sebagai presiden, pengaruh politiknya yang masih kuat membuat pernyataan tersebut dianggap serius oleh komunitas internasional. Banyak pihak khawatir, jika Trump kembali berkuasa, konflik dagang global berpotensi kembali memanas.





