Terlibat Tawuran Saat Ramadan, Remaja di Depok Dibina Lewat Program Pesantren Kilat
Sejumlah remaja yang terlibat aksi tawuran di wilayah Depok selama bulan Ramadan akan menjalani pembinaan melalui program pesantren kilat. Langkah ini diambil sebagai upaya pembinaan karakter sekaligus pencegahan agar aksi serupa tidak kembali terulang.
Kapolres dan Pemerintah Kota Depok menyatakan, para pelaku yang mayoritas masih berstatus pelajar tidak seluruhnya diproses secara hukum. Sebagian dari mereka akan mengikuti pembinaan intensif bekerja sama dengan pihak sekolah dan tokoh agama setempat.
Program pesantren kilat tersebut rencananya diisi dengan kegiatan keagamaan, pembelajaran akhlak, serta pembinaan kedisiplinan. Para remaja juga akan mendapatkan pendampingan khusus guna membangun kesadaran atas dampak negatif tawuran, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Pihak kepolisian menegaskan, kebijakan ini tetap disertai pengawasan ketat. Jika para pelaku kembali mengulangi perbuatannya, proses hukum akan diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari selama Ramadan. Aparat bersama pemerintah daerah juga meningkatkan patroli untuk mencegah potensi tawuran yang kerap terjadi usai sahur maupun menjelang waktu berbuka.





