Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan di Yaman, khususnya di wilayah selatan, melalui koordinasi dengan KBRI. Fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia (WNI) di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan Indonesia berharap situasi di Yaman dapat diselesaikan secara damai dan kondusif, tanpa melalui jalur kekerasan atau konflik bersenjata.
“Kita terus mengikuti situasi di Yaman melalui KBRI, terutama terkait kondisi keamanan yang berkembang di wilayah selatan. Kepentingan utama kita tentu adalah keselamatan dan keamanan para WNI,” ujar Heni dalam press briefing di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Kemlu RI, lanjut Heni, menyambut baik inisiatif Arab Saudi yang menawarkan penyelenggaraan dialog komprehensif di Riyadh sebagai upaya mencari solusi damai atas konflik yang terjadi di Yaman. Indonesia menilai langkah dialog tersebut penting untuk mendorong stabilitas kawasan.
“Indonesia mengambil posisi mendukung upaya penyelesaian secara dialog dan damai. Kami berharap situasi di Yaman dapat diselesaikan dengan baik dan tidak melalui cara-cara konflik,” kata Heni.
Terkait kondisi WNI di Yaman, khususnya di wilayah selatan yang jumlahnya relatif cukup banyak, Kemlu RI terus melakukan pemantauan dan komunikasi. Hingga saat ini, pemerintah belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban akibat eskalasi konflik.
“Sejauh ini, alhamdulillah tidak ada laporan korban dari WNI,” ujar Heni.
Meski demikian, Kemlu RI tetap mengimbau seluruh WNI yang berada di Yaman untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang terdampak konflik, serta senantiasa mengikuti informasi dan arahan dari perwakilan RI setempat.
Kemlu menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pelindungan WNI, sembari memantau perkembangan situasi keamanan di Yaman secara berkelanjutan





