Bus TransJakarta melakukan penyesuaian operasional imbas banjir yang melanda beberapa titik dan rute di Jakarta.
"Sehubungan dengan cuaca ekstrem dan banjir di beberapa titik, kami melakukan penyesuaian operasional, rute terdampak genangan berhenti beroperasi atau belum beroperasi," kata Kepala Departemen Humas Transjakartaya Ayu Wardhani dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026),
Ayu membeberkan perpendekan rute terdiri dari Koridor 10: (Tanjung Priok - PGC arah Cempaka Putih), Koridor 5: (Kampung Melayu - Jembatan Merah), Koridor 9: Karena genangan di Kali Grogol & Jembatan Tiga. Selanjutnya Non-BRT/Rusun 2H (Sampai Bus Stop Honda Letjen Suprapto).
"Kemudian pengalihan rute Mikrotrans: JAK.08, JAK.09, JAK.100, JAK.102, JAK.30, JAK.37, JAK.40, JAK.56, JAK.58, JAK.71, Non-BRT/Rusun: 5M," katanya.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan kembali jadwal dan rute perjalanan dan tetap pantau kondisi layanan terkini dengan pembaruan seketika (real-time) melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau akun media sosial resmi Transjakarta.
"Kami akan terus memperbarui informasi segera setelah jalur dapat dilalui kembali secara normal," kata Ayu.
Berikut rute yang berhenti beroperasi atau belum beroperasi: Koridor 2, 2A, 7F, 12, dan 14, Mikrotrans: JAK.01, JAK.05, JAK.10, JAK.110A, JAK.112, JAK.113, JAK.115, JAK.118, JAK.120, JAK.13, JAK.15, JAK.24, JAK.27, JAK.29,
Genangan Tinggi di Ruas Jalan Jakarta Utara
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta. Lima ruas jalan di Jakarta Utara tercatat mengalami genangan tertinggi dengan ketinggian 40 hingga 70 sentimeter.
Lokasi tersebut meliputi Jalan Gaya Motor Raya (depan Kodim 0502) di Sungai Bambu, Jalan Karang Bolong Raya di Pademangan, Jalan Jembatan Tiga Raya dan Jalan Pluit Raya (depan Hotel JP) di Penjaringan, serta Jalan Babek TNI di Rorotan.
Sementara itu, di Jakarta Barat, genangan terjadi di Jalan Benda Raya, Kelurahan Kamal.
“Apabila terjadi kondisi darurat, warga dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis,” ujar Yohan.
Yohan juga mengungkapkan, banjir berdampak pada munculnya pengungsi di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 29 jiwa sementara mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek.
Untuk penanganan, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan guna memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk mempercepat penyedotan air.
“Selain itu, kami juga memastikan tali-tali air berfungsi optimal bersama lurah dan camat setempat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas. Banjir ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.





