Penampakan Lele Mekong Berukuran Jumbo Picu Kekhawatiran Ilmuwan
Phnom Penh – Kemunculan seekor lele raksasa di aliran Sungai Mekong mengundang perhatian para peneliti dan warga setempat. Ikan berukuran tidak biasa itu disebut mengalami perubahan bentuk fisik yang dinilai tidak lazim, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan lingkungan.
Lele tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan di wilayah perbatasan Kamboja dan Laos. Dari dokumentasi yang beredar, tubuh ikan terlihat lebih tebal dari ukuran normal dengan bagian kepala dan sirip yang tampak tidak proporsional. Beberapa peneliti menduga perubahan tersebut bisa berkaitan dengan faktor lingkungan.
Spesies yang diduga adalah Mekong giant catfish, salah satu ikan air tawar terbesar di dunia yang kini berstatus sangat terancam punah. Dalam kondisi normal, ikan ini dapat tumbuh hingga lebih dari 3 meter dan berbobot ratusan kilogram. Namun perubahan morfologi yang dilaporkan kali ini disebut berbeda dari karakteristik umumnya.
Ilmuwan dari lembaga konservasi perairan setempat menyatakan tengah melakukan pemeriksaan sampel jaringan untuk mengetahui kemungkinan penyebab perubahan bentuk tersebut. Dugaan awal mengarah pada paparan polusi, perubahan kualitas air, atau gangguan ekosistem akibat pembangunan bendungan di sepanjang aliran sungai.
Sungai Mekong sendiri merupakan sumber kehidupan bagi jutaan orang di Asia Tenggara. Selain sebagai jalur transportasi dan irigasi, sungai ini menjadi habitat penting bagi ratusan spesies ikan. Penurunan kualitas lingkungan dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga pada ketahanan pangan masyarakat sekitar.
Para peneliti mengimbau pemerintah dan pihak terkait untuk memperketat pengawasan kualitas air serta memperkuat kerja sama lintas negara dalam menjaga kelestarian ekosistem Mekong. Mereka menegaskan bahwa kemunculan ikan dengan kondisi tidak normal bisa menjadi sinyal peringatan atas tekanan lingkungan yang semakin meningkat.





