Teddy menegaskan bahwa sejak awal, pemerintah pusat telah bergerak cepat dengan melakukan penanganan berskala nasional untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Menurut Teddy, seluruh sumber daya negara telah dikerahkan untuk meringankan dampak bencana yang menimpa tiga provinsi tersebut.
“Sejak hari pertama, tanggal 26, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini. Langsung mobilisasi nasional. Mari kita fokus ke substansinya,” ujar Teddy.
Lebih dari 50 ribu personel yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, hingga relawan telah dikerahkan ke lokasi bencana. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp60 triliun dari APBN untuk kebutuhan tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Teddy juga menepis anggapan bahwa tanpa penetapan status bencana nasional, pusat tidak bisa memberikan dukungan logistik dan fasilitas. Ia menjelaskan lebih dari 100 kapal, pesawat, dan helikopter telah dikirimkan untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Pernyataan yang senada disampaikan oleh Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Ia menekankan bahwa kerja seluruh elemen masyarakat — termasuk pemerintah pusat dan daerah — menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Solidaritas, kerja gotong royong, serta komitmen pemerintah, menjadi kekuatan utama untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
Pratikno menegaskan bahwa meskipun dampak bencana berbeda di setiap daerah — mulai dari ringan hingga sangat berat — semua pihak terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat proses bantuan dan perbaikan infrastruktur.





