Ketegangan Memanas di Laut Mediterania, Turki dan Yunani Kembali Berhadap-hadapan
Ketegangan antara Turki dan Yunani kembali mencuat dan menambah daftar konflik antarnegara yang terjadi di berbagai belahan dunia. Dua negara bertetangga itu terlibat perselisihan yang dipicu oleh sengketa wilayah dan kepentingan strategis di kawasan Laut Mediterania.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak saling melontarkan pernyataan keras menyusul aktivitas militer dan eksplorasi energi di wilayah yang sama-sama mereka klaim. Yunani menilai langkah Turki melanggar kedaulatan nasional dan hukum internasional, sementara Ankara menegaskan tindakannya sah dan sesuai kepentingan nasional.
Ketegangan semakin meningkat setelah laporan pengerahan armada laut dan latihan militer di kawasan sengketa. Situasi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan potensi eskalasi konflik terbuka antara dua negara anggota NATO tersebut.
Uni Eropa dan sejumlah negara menyerukan kedua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog diplomatik. Meski demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan tensi, dengan masing-masing negara tetap bersikukuh pada posisi mereka.
Hubungan Turki dan Yunani memang kerap diwarnai konflik, mulai dari sengketa wilayah udara, perbatasan laut, hingga isu Siprus. Kondisi terbaru ini kembali menegaskan rapuhnya stabilitas kawasan Mediterania Timur di tengah situasi geopolitik global yang semakin kompleks.
Para pengamat menilai, jika tidak segera dikelola melalui jalur diplomasi, konflik Turki dan Yunani berpotensi memberi dampak luas terhadap keamanan regional dan hubungan internasional.





