Iran Beri Lampu Hijau untuk Mulai Negosiasi Nuklir dengan Amerika Serikat
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, telah memerintahkan dimulainya kembali pembicaraan tentang program nuklir dengan Amerika Serikat, menandai fase baru dalam hubungan kedua negara yang tegang. Perintah ini datang setelah periode ketegangan intens dan laporan tekanan militer dari Washington.
Menurut laporan media setempat, Pezeshkian mengarahkan Menteri Luar Negeri Iran serta pejabat terkait untuk memulai persiapan dialog dengan pihak AS dalam kerangka isu nuklir tanpa ancaman atau tuntutan yang tidak masuk akal. Iran menegaskan bahwa pembicaraan akan difokuskan pada program nuklirnya dan perlindungan kepentingan nasional.
Perundingan tersebut diharapkan melibatkan pejabat tinggi dari kedua kubu, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff, dan diperkirakan dimulai dalam beberapa hari mendatang di Turki atau lokasi netral lain.
Perkembangan ini terjadi di tengah tekanan internasional untuk meredakan konflik di kawasan serta upaya diplomatik dari sejumlah negara regional yang mendorong dialog antara Iran dan Amerika Serikat. Meski demikian, detail resmi soal waktu, format, dan agenda lengkap negosiasi belum diumumkan secara publik.





