Insanul Fahmi akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang ramai diperbincangkan publik terkait dugaan nikah siri dengan Inara Rusli. Setelah lama menjadi bahan spekulasi di media sosial, Insanul memilih untuk memberikan klarifikasi secara terbuka demi meluruskan berbagai informasi yang beredar.
Dalam keterangannya, Insanul Fahmi mengakui bahwa dirinya memang memiliki kedekatan dengan Inara Rusli pada masa lalu. Namun, ia menegaskan bahwa banyak narasi yang berkembang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta. Oleh karena itu, ia merasa perlu menyampaikan penjelasan agar publik tidak terus berspekulasi.
Insanul menyebut bahwa isu nikah siri merupakan persoalan yang sangat sensitif dan berkaitan langsung dengan ranah pribadi. Ia tidak menampik bahwa hubungan tersebut pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, namun menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil kala itu dilakukan dengan pertimbangan matang.
“Saya bicara sekarang bukan untuk mencari pembenaran, tapi untuk meluruskan agar tidak ada kesalahpahaman yang terus bergulir,” ujar Insanul Fahmi.
Ia juga mengaku memilih diam cukup lama demi menjaga perasaan keluarga serta pihak-pihak lain yang terdampak. Namun, seiring isu tersebut semakin meluas dan menimbulkan berbagai asumsi, Insanul merasa keterbukaan menjadi langkah yang lebih bijak.
Terkait respons publik yang beragam, Insanul Fahmi menyatakan dirinya menghormati semua pendapat. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi isu ini secara dewasa dan tidak menghakimi tanpa mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Inara Rusli belum memberikan pernyataan resmi terkait klarifikasi yang disampaikan Insanul Fahmi. Publik pun diimbau untuk tetap menghormati privasi kedua belah pihak, mengingat isu ini menyangkut kehidupan pribadi dan masa lalu yang sensitif.
Kasus ini kembali menegaskan bagaimana kehidupan figur publik kerap berada di bawah sorotan tajam. Insanul Fahmi berharap, setelah klarifikasi ini disampaikan, polemik yang berkembang dapat mereda dan tidak lagi menjadi konsumsi yang berlebihan.





