Kota Bandung - Organisasi konservasi, Geopix, menemukan sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) diduga mengalami stres akibat pengelolaan yang dinilai belum layak.
Senior Wildlife Campaigner Geopix Annisa Rahmawati meminta kepada pengelola dan pemerintah untuk memastikan pemenuhan kesejahteraan satwa sebelum kebun binatang dibuka kembali untuk publik.
“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres pada orang utan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan, dan tidak boleh diabaikan,” kata dia dalam keterangan diterima di Bandung, Senin.
Ia menegaskan pembukaan kembali Bandung Zoo harus didahului evaluasi menyeluruh oleh pengelola dan pemerintah.
Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas, terlebih di tengah konflik internal pengelolaan kebun binatang tersebut.
Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak,” ujarnya.
Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator Center for Orangutan Protection Indira Nurul Qomariah menyoroti kondisi salah satu gajah yang menunjukkan perilaku stereotip berupa gerakan berulang tanpa tujuan, yang merupakan indikator stres.
Perilaku tersebut, menurutnya, dapat dipicu oleh lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, seperti kurangnya interaksi sosial.
Geopix menilai pembukaan kebun binatang di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa berpotensi memperburuk kondisi satwa dan mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi eks-situ di Indonesia.
Juru Bicara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) Ully Rangkuti menegaskan bahwa sejak Agustus 2025, pengurus dan manajemen YMT di bawah pimpinan John Sumampauw tidak lagi berkegiatan secara fisik di kawasan Bandung Zoo.
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan dan penghormatan terhadap arahan Pemerintah Kota Bandung yang meminta agar hanya pihak-pihak yang memiliki tugas langsung terhadap perawatan satwa berada di lokasi kebun binatang.
“Sejak saat itu, keberadaan personel di Bandung Zoo difokuskan pada tenaga teknis yang menangani kesejahteraan satwa, yaitu keeper dan dokter hewan,” ujarnya.





