Badai Salju Lumpuhkan Jepang, Ribuan Penumpang Terpaksa Menginap di Bandara
Badai salju hebat melanda sejumlah wilayah di Jepang dan menyebabkan gangguan besar pada sistem transportasi. Akibat cuaca ekstrem tersebut, ribuan penumpang terpaksa menginap di bandara setelah ratusan penerbangan dibatalkan dan jadwal kereta mengalami keterlambatan panjang.
Salju tebal disertai angin kencang menyelimuti area bandara utama, membuat landasan pacu sulit digunakan dan proses lepas landas maupun pendaratan tidak memungkinkan. Penumpang yang sudah terlanjur berada di bandara harus bertahan semalaman dengan fasilitas terbatas.
Otoritas bandara setempat menyediakan area darurat untuk beristirahat, lengkap dengan selimut, makanan ringan, dan minuman hangat. Meski demikian, banyak penumpang mengaku kelelahan dan frustrasi akibat ketidakpastian jadwal keberangkatan.
“Semua penerbangan dibatalkan mendadak. Hotel penuh, jadi kami tidak punya pilihan selain tidur di bandara,” ujar salah satu penumpang.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa badai salju masih berpotensi berlanjut di beberapa wilayah, terutama di bagian utara dan kawasan pegunungan. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk menunda perjalanan dan terus memantau informasi resmi.
Insiden ini kembali menegaskan dampak serius cuaca ekstrem terhadap mobilitas publik di Jepang, negara yang dikenal dengan sistem transportasi presisi tinggi, namun tetap rentan terhadap kondisi alam yang ekstrem.





