Aksi kejahatan Agus Sulaiman Fadli (30), yang dikenal sebagai begal sadis berjuluk “Raja Tega”, berakhir tragis setelah ia ditembak mati oleh tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur di Pasuruan, Senin dini hari. Agus sebelumnya menjadi buronan setelah membacok seorang anggota polisi di Lumajang.
Kejadian bermula ketika Aiptu Susanto Kurniawan, anggota Polres Lumajang, diserang dan dibacok oleh Agus pada Kamis (11/12/2025) lalu. Polisi kemudian melancarkan pengejaran intensif karena pelaku dikenal lihai kabur dan sering berpindah-pindah tempat persembunyian di wilayah Tapal Kuda.
Pada Minggu malam, Agus terlacak di wilayah Pasuruan bersama salah seorang rekannya. Saat petugas mencoba menangkapnya, Agus melakukan perlawanan dengan membawa senjata tajam. Untuk mencegah jatuhnya korban lagi, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembak pelaku. Agus dinyatakan tewas di rumah sakit setelah dibawa oleh petugas.
Sepanjang hidupnya, Agus tercatat sebagai residivis curanmor yang sering keluar masuk penjara dan meresahkan masyarakat di Lumajang dan Jember. Julukan “Raja Tega” disematkan oleh aparat karena cara ia beraksi yang tak segan melukai siapa pun, termasuk aparat penegak hukum.
Polisi hingga kini masih mengembangkan kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan komplotannya yang berhasil kabur saat penangkapan berlangsung.





