Ahli Ingatkan Ancaman Virus Nipah: Gejala Awal Sering Mirip Flu Berat
Jakarta — Ahli epidemiologi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai demam mendadak yang disertai gejala lain seperti sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan, karena bisa menjadi tanda awal infeksi Virus Nipah. Penyakit ini tergolong zoonosis berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi.
Menurut epidemiolog, Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan bisa terjadi saat manusia mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, seperti buah yang tidak dicuci bersih atau nira mentah.
Selain itu, penularan antar manusia juga memungkinkan, terutama melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, termasuk droplet pernapasan. Karena itu, virus ini berpotensi menyebar cepat jika tidak diantisipasi sejak dini.
Gejala awal Virus Nipah kerap sulit dibedakan dari penyakit lain, mulai dari demam tinggi, batuk, hingga muntah. Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi radang otak (ensefalitis) yang menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, bahkan kematian.
Para ahli menekankan pentingnya pencegahan, seperti menjaga kebersihan makanan, menghindari konsumsi buah yang jatuh atau rusak, serta menerapkan protokol kesehatan saat merawat orang sakit. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan sumber risiko.
Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk Virus Nipah, sehingga kewaspadaan dan deteksi dini menjadi kunci utama mencegah penyebaran penyakit ini.





