Abu Dhabi kembali menduduki peringkat teratas sebagai kota paling aman di dunia. Capaian ini menandai tahun kesepuluh secara berturut-turut sejak 2017, sebagaimana diumumkan Kantor Media Abu Dhabi pada Sabtu (17/1/2026). Penilaian tersebut merujuk pada pemeringkatan global yang dilakukan Numbeo, sebuah platform statistik global yang memantau tingkat keamanan, kualitas hidup, dan biaya hidup.
Pengakuan ini sejalan dengan daya tarik Uni Emirat Arab (UEA) bagi warga dan ekspatriat.
Komandan Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Ahmed Saif bin Zaitoun Al Muhairi, mengaitkan pencapaian tersebut dengan kepemimpinan visioner dan dukungan berkelanjutan dari Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta dedikasi personel kepolisian.
Ia menekankan bahwa model keamanan Abu Dhabi menggabungkan kewaspadaan sepanjang waktu, strategi proaktif yang maju, teknologi modern, dan kecerdasan buatan, disertai keterlibatan komunitas yang kuat. “Model ini menjadi fondasi bagi masyarakat yang aman dan stabil,” ujarnya. Ia menjelaskan, strategi keamanan tersebut mengadopsi pendekatan terpadu dengan fokus pada pengembangan
kapasitas sumber daya manusia, penguatan kemitraan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan partisipasi. Strategi ini juga mencakup investasi berkelanjutan pada teknologi modern dan sistem pintar untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan keselamatan publik, serta memberikan tingkat kepercayaan dan rasa aman tertinggi bagi masyarakat. Sementara itu, Direktur Jenderal Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Sheikh Mohammed bin Tahnoun Al Nahyan, menyatakan bahwa peringkat tersebut mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap keamanan manusia sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan ini telah menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga menarik untuk ditinggali, bekerja, dan berinvestasi. “Hal ini menempatkan Abu Dhabi sebagai tolok ukur global dalam keamanan perkotaan dan kualitas hidup,” katanya.





