Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menelan korban jiwa. Tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak saat gunung tersebut mengalami erupsi hebat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban setelah melakukan pencarian intensif selama beberapa hari.

Dua korban diketahui merupakan warga negara Singapura, sementara satu lainnya adalah pendaki asal Indonesia. Proses evakuasi berlangsung sulit karena lokasi korban berada dekat bibir kawah dan tertutup abu vulkanik tebal serta bebatuan besar akibat erupsi.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Papua, 37 Kendaraan Dilaporkan Dibakar

Kepala Basarnas Ternate menyebut jasad dua pendaki asal Singapura ditemukan dalam kondisi berpelukan dan terhimpit batu besar. Tim SAR harus menggunakan perlengkapan khusus untuk mengevakuasi korban dari area berbahaya yang masih dipenuhi aktivitas vulkanik.

Sementara itu, sebanyak 17 pendaki lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski beberapa mengalami luka ringan dan trauma akibat letusan. Operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Baca Juga: Tim SAR Lanjutkan Pencarian 3 Pendaki Korban Letusan Gunung Dukono

Diketahui, rombongan pendaki tersebut diduga melakukan pendakian secara ilegal meski kawasan Gunung Dukono sudah ditutup sejak April 2026 karena status aktivitas vulkanik yang meningkat. Polisi dan pihak terkait kini masih melakukan evaluasi serta penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

PVMBG juga melaporkan Gunung Dukono masih mengalami erupsi hingga Senin pagi dengan kolom abu mencapai 2.700 meter di atas puncak gunung. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati radius berbahaya di sekitar kawah.

source: 3 Fakta 3 Pendaki Meninggal Imbas Erupsi Gunung Dukono, Jasad Tertimbun