WFH Kembali Didorong di Australia dan Eropa untuk Tekan Konsumsi BBM
Anjuran bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kembali bermunculan di sejumlah negara di Australia dan Eropa sebagai langkah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya harga energi serta upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Sejumlah pejabat dan lembaga di kawasan tersebut mulai mendorong perusahaan agar memberikan fleksibilitas kerja bagi karyawan, termasuk opsi WFH beberapa hari dalam sepekan. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi mobilitas harian masyarakat, khususnya penggunaan kendaraan pribadi yang berkontribusi besar terhadap konsumsi BBM.
Selain faktor ekonomi, kebijakan ini juga berkaitan dengan isu lingkungan. Pengurangan perjalanan dinilai dapat menekan emisi karbon, sejalan dengan target berbagai negara di Eropa untuk mencapai net zero emission dalam beberapa dekade ke depan.
Di Australia, imbauan serupa juga muncul sebagai respons terhadap tekanan biaya hidup yang meningkat. Dengan bekerja dari rumah, pekerja dapat menghemat biaya transportasi sekaligus membantu mengurangi beban konsumsi energi secara nasional.
Meski demikian, tidak semua sektor dapat menerapkan WFH secara penuh. Oleh karena itu, sejumlah pihak mendorong penerapan sistem kerja hybrid sebagai solusi kompromi antara efisiensi energi dan kebutuhan operasional perusahaan.
Kebijakan ini masih bersifat anjuran dan belum diberlakukan secara menyeluruh, namun diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika harga energi global dan kebutuhan efisiensi di berbagai negara.





