Waka Komisi II DPR Sentil Fadia Arafiq Soal Pengakuan Tak Paham Aturan Meski Berstatus Petahana
Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengkritik pernyataan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang mengaku tidak memahami sejumlah aturan pemerintahan meskipun saat ini menjabat sebagai kepala daerah petahana. Pernyataan tersebut dinilai tidak tepat, mengingat seorang pemimpin daerah seharusnya memahami regulasi yang menjadi dasar dalam menjalankan pemerintahan.
Waka Komisi II DPR menilai bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, alasan tidak memahami regulasi dianggap kurang tepat, terlebih bagi seorang pejabat yang telah memiliki pengalaman memimpin daerah.
Menurutnya, pejabat publik harus memiliki pemahaman yang baik terkait sistem pemerintahan, peraturan perundang-undangan, hingga mekanisme administrasi. Hal tersebut penting agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik maupun kesalahan dalam pelaksanaannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepala daerah beserta jajaran pemerintahannya memiliki banyak sumber daya untuk memahami aturan, mulai dari perangkat daerah hingga tenaga ahli. Dengan dukungan tersebut, seharusnya tidak ada alasan bagi seorang kepala daerah untuk tidak memahami regulasi yang menjadi dasar kebijakan.
Komisi II DPR yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri pun mendorong agar setiap kepala daerah terus meningkatkan pemahaman terkait aturan dan tata kelola pemerintahan. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pernyataan Fadia Arafiq sebelumnya menuai perhatian publik setelah ia menyebut belum memahami sepenuhnya sejumlah aturan terkait pemerintahan daerah. Hal ini memicu berbagai tanggapan dari kalangan legislatif maupun masyarakat yang menilai pejabat publik perlu memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin daerah.
Waka Komisi II DPR Sentil Fadia Arafiq Soal Pengakuan Tak Paham Aturan Meski Berstatus Petahana





