Trump Prediksi Konflik Militer terhadap Iran Berpotensi Berlangsung Sekitar Empat Pekan
WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa operasi militer yang sedang dijalankan melawan Iran berpotensi berlangsung sekitar empat pekan atau kurang. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Inggris Daily Mail, di tengah eskalasi serangan udara gabungan antara militer AS dan Israel terhadap fasilitas militer Iran.
Trump mengatakan meskipun Iran merupakan negara yang besar dan kuat, kampanye militer yang menargetkan sejumlah lokasi strategis akan memakan waktu beberapa minggu, bukan berbulan-bulan. “Ini selalu merupakan proses empat minggu… akan memakan waktu empat minggu atau kurang,” ujarnya.
Serangan besar-besaran itu telah menghantam berbagai pangkalan dan target militer Iran sejak Sabtu (28/2). Militer AS dan sekutunya mengatakan operasi itu menargetkan fasilitas kendali komando, peluncur rudal, pangkalan udara, serta sistem pertahanan udara.
Di Iran, laporan awal menyebutkan serangan telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di banyak provinsi. Selain itu, kelompok media mengatakan lebih dari 200 warga tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Beberapa anggota parlemen di AS mengkritik operasi ini karena belum mendapatkan otorisasi dari Kongres, sementara jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Amerika menolak serangan militer terhadap Iran.
Konflik ini juga memicu kekhawatiran di panggung internasional terkait dampaknya terhadap harga minyak global dan stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama setelah ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.





