PKB Minta RI Perkuat Produksi Pangan Usai Iran Hentikan Ekspor
Kebijakan pemerintah Iran yang menghentikan ekspor produk pangan dan pertanian menjadi perhatian berbagai pihak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah Indonesia memperkuat produksi pangan dalam negeri guna mengantisipasi dampak kebijakan tersebut terhadap rantai pasok global.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan, menilai langkah Iran menghentikan ekspor pangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar global, termasuk sektor pangan.
Ia menjelaskan, konflik yang memanas di kawasan tersebut biasanya berdampak pada kenaikan harga energi dan biaya logistik internasional. Kondisi itu dapat memicu peningkatan biaya produksi pertanian serta distribusi pangan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga di dalam negeri.
Karena itu, Daniel meminta pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap petani melalui penyediaan pupuk, benih, serta akses pembiayaan agar produktivitas tetap terjaga.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga diminta memperkuat cadangan pangan nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan serta mencegah potensi kelangkaan pangan apabila terjadi gangguan pada rantai distribusi global.
Sebelumnya, pemerintah Iran dilaporkan menghentikan ekspor seluruh produk pangan dan pertanian untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut diambil guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat di dalam negeri di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung.
PKB menilai penguatan produksi domestik menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri. Dengan ketahanan pangan yang kuat, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan bagi masyarakat.





