Penampakan Celah Masuk Taman Kota Cawang Ditutup Usai Heboh Dugaan Aktivitas Asusila
Jakarta — Akses berupa celah di pagar Taman Kota Cawang resmi ditutup oleh petugas setelah kawasan tersebut sempat menjadi perbincangan akibat dugaan aktivitas asusila. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar area taman tidak disalahgunakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan celah yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai pintu masuk tidak resmi kini telah ditutup menggunakan seng dan diperkuat rangka besi. Petugas juga memasang pengaman tambahan untuk memastikan tidak ada lagi akses liar ke dalam taman.
Penutupan ini dilakukan menyusul laporan warga yang resah terhadap aktivitas mencurigakan di area tersebut, terutama pada malam hari. Warga sekitar berharap pengawasan dapat ditingkatkan agar taman kembali menjadi ruang terbuka hijau yang aman dan nyaman bagi keluarga.
Pihak kelurahan setempat menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan. Selain itu, pengelola taman juga akan mengevaluasi sistem penerangan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sejumlah warga menyambut baik langkah cepat yang diambil pemerintah daerah. Mereka menilai penutupan akses ilegal tersebut penting demi menjaga fungsi taman sebagai fasilitas publik yang ramah bagi anak-anak dan masyarakat umum.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait adanya proses hukum atas dugaan aktivitas tersebut. Namun, pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik.





