Fenomena penggunaan istilah MBG dan SPPG belakangan ini ramai setelah seorang pedagang sarapan di Tebet, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Ia memanfaatkan istilah yang identik dengan program pemerintah ini sebagai bagian dari branding jualannya, yang langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai
reaksi warganet. Sebagian warga melihat cara ini kreatif karena bisa menarik pembeli dan membuat dagangan lebih mudah
dikenal. Nama yang unik dan mudah dikenal memang jadi nilai tambah dalam menarik perhatian pembeli. Tetapi bagi sebagian warga lainnya, banyak juga yang melihat penggunaan istilah seperti MBG dan SPPG bisa
menimbulkan kesalahpahaman dan dianggap mengkritik program MBG yang sesungguhnya. Pedagang itu sendiri langsung mengklarifikasi dan mengatakan jika penggunaan istilah itu murni sebagai
strategi pemasaran dan tidak ada hubungannya dengan program pemerintah mana pun. Walaupun begitu, pro dan kontra tetap bermunculan. Perbedaan pandangan warganet yang terus ramai dibahas di media sosial ini
akhirnya membuat banyak orang mencoba mendatangi langsung untuk membeli dagangan MBG tersebut





