Israel-AS & Iran Terjun dalam Konflik Besar: Ribuan Serangan, Pemimpin Iran Tewas, Korban Sipil Berjatuhan
Teheran — Ketegangan militer antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran telah berubah menjadi eskalasi besar-besaran sejak 28 Februari 2026. Serangan udara gabungan oleh AS dan Israel terhadap berbagai target di Iran memicu balasan rudal Iran yang meluas ke wilayah Israel, pangkalan AS di Timur Tengah serta negara Teluk.
🔥 Serangan Besar Israel dan AS
Operasi militer gabungan yang dikenal sebagai “Operation Epic Fury” (oleh AS) dan “Operation Roaring Lion” (oleh Israel) diluncurkan pada 28 Februari, menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur Iran termasuk sistem pertahanan udara dan lokasi strategis lainnya.
Menurut laporan internasional, panglima tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dipastikan tewas dalam serangan tersebut bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya, meskipun detail lengkap masih dikonfirmasi oleh berbagai pihak.
Ratusan warga sipil Iran tewas, termasuk di antaranya sekitar 108 siswi di sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran selatan, dalam serangan yang menimbulkan duka luas.
Lebih dari 200 orang tewas dan ratusan luka-luka menurut perhitungan Bulan Sabit Merah Iran akibat serangan udara gabungan.
Balasan Iran dengan meluncurkan rudal terhadap wilayah Tel Aviv, Israel, menewaskan satu warga Israel dan melukai puluhan lainnya.
Iran menyatakan bahwa semua “aset dan kepentingan AS dan Israel di kawasan” menjadi target sah dalam balasan mereka. Rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS dan fasilitas Israel serta negara Teluk termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, peringatan darurat dikeluarkan di UEA dan penduduk diminta mencari perlindungan akibat ancaman rudal yang meningkat.
🛫 Dampak terhadap Sipil & Wilayah
Penutupan wilayah udara di beberapa negara termasuk Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait dan UEA karena kekhawatiran keamanan.
Penerbangan sipil banyak dibatalkan atau ditangguhkan sementara.
WNI di luar negeri dilaporkan terdampak karena ledakan dan ancaman rudal. (Tidak semua detail resmi tersedia)
Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengutuk eskalasi konflik, memperingatkan potensi perluasan perang yang bisa berbahaya bagi stabilitas global. Sementara itu, beberapa negara besar seperti Rusia mengecam serangan sebagai agresi yang tak provokasi, sedangkan Eropa menyerukan de-eskalasi.





