Indonesia dan 18 Negara Lain Kutuk Langkah Israel Perluas Kontrol di Tepi Barat
Sebanyak 19 negara, termasuk Indonesia, menyampaikan kecaman keras terhadap langkah Israel yang dinilai memperluas kendali dan aktivitasnya di wilayah Tepi Barat. Sikap tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan serta menghambat upaya perdamaian di kawasan.
Wilayah Tepi Barat merupakan bagian dari wilayah Palestina yang hingga kini masih menjadi pusat konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel. Komunitas internasional selama ini mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara, namun berbagai kebijakan dan langkah sepihak dinilai kerap memperumit proses tersebut.
Dalam pernyataan bersama itu, negara-negara yang tergabung menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka juga menyerukan agar segala bentuk tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan dihentikan demi menjaga stabilitas kawasan.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-haknya, termasuk hak atas kemerdekaan dan kedaulatan. Indonesia juga mendesak agar dialog dan jalur diplomasi terus diutamakan guna mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait kecaman tersebut. Situasi di lapangan dilaporkan masih dinamis dengan meningkatnya kekhawatiran akan potensi eskalasi.
Pengamat hubungan internasional menilai, kecaman bersama dari sejumlah negara ini menjadi sinyal kuat bahwa isu Palestina masih menjadi perhatian utama masyarakat global. Tekanan diplomatik diharapkan dapat mendorong semua pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna mencari solusi damai yang berkelanjutan.





