Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi meningkatkan pengawasan dan pemantauan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil menyusul informasi dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang diprediksi melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat menjelaskan, peringatan cuaca dari BMKG mencakup hampir seluruh wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga ke selatan.
Kami meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana terutama Cianjur selatan selalu meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tertinggi bencana alam," ujar Asep, Sabtu (10/1/2026).
Asep memaparkan bahwa ancaman bencana seperti banjir, longsor, hingga pergeseran tanah rawan terjadi di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, Campaka, dan sekitarnya.
Selain itu, masyarakat terutama para pengendara diimbau waspada terhadap risiko pohon tumbang saat angin kencang. Titik rawan ini meliputi kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, hingga wilayah perkotaan.
"Ini harus menjadi perhatian masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, termasuk pengendara agar melintas dengan aman dan nyaman mematuhi anjuran petugas," tambahnya.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status darurat bencana yang berlaku hingga April 2026.
Sebanyak 360 relawan dan puluhan petugas kini disiagakan untuk memantau situasi serta melaporkan kondisi terkini di wilayah kerja masing-masing secara berkala.
Personel gabungan tersebut bertugas menjalankan penanganan cepat, termasuk evakuasi warga jika terjadi bencana alam.
Seluruh upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan TNI, Polri, serta aparat desa dan kecamatan setempat.
"Kami berharap tidak ada bencana alam yang terjadi, namun kesiapsiagaan tetap dilakukan guna penanganan cepat termasuk melakukan evakuasi guna menghindari korban jiwa," tutup dia.





