BPOM Temukan Sejumlah Takjil Mengandung Bahan Berbahaya di Jakarta dan Tangerang
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menemukan sejumlah makanan takjil yang diduga mengandung bahan berbahaya dalam pengawasan selama Ramadan di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang. Temuan tersebut memicu kekhawatiran karena bahan yang terdeteksi berpotensi merusak organ tubuh seperti ginjal dan liver jika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.
Temuan ini diperoleh setelah petugas BPOM melakukan pengujian sampel berbagai makanan yang dijual di sejumlah titik penjualan takjil, termasuk pasar tradisional dan lapak pedagang kaki lima. Dari hasil pemeriksaan, beberapa produk diketahui mengandung zat kimia yang seharusnya tidak digunakan dalam makanan.
BPOM menjelaskan bahwa bahan berbahaya tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terus dikonsumsi, mulai dari gangguan pencernaan hingga kerusakan organ dalam seperti ginjal dan hati. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat membeli makanan berbuka puasa.
Beberapa jenis takjil yang ditemukan bermasalah di antaranya berupa jajanan berwarna mencolok, minuman dengan pewarna tidak aman, serta makanan olahan yang diduga menggunakan bahan pengawet berbahaya. Produk-produk tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk mencegah peredarannya lebih luas.
BPOM juga memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam makanan yang dijual kepada masyarakat. Pengawasan akan terus dilakukan selama Ramadan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di pasaran.
Masyarakat diimbau untuk memilih makanan yang terlihat bersih, tidak berwarna terlalu mencolok, serta dibeli dari penjual yang terpercaya. Jika menemukan makanan yang mencurigakan, warga juga diminta melaporkannya kepada BPOM atau otoritas setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.





