Ancaman Serangan Infrastruktur Memanas, Iran Ajak Warga Lindungi Pembangkit Listrik
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini muncul sebagai bagian dari tekanan agar Iran memenuhi tuntutan tertentu terkait jalur perdagangan internasional di kawasan strategis.
Trump disebut telah menetapkan tenggat waktu, dengan kemungkinan serangan besar jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Rencana tersebut memicu kekhawatiran global karena berpotensi berdampak besar pada warga sipil serta memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi ancaman tersebut, pemerintah Iran mengajak masyarakatnya untuk membentuk “rantai manusia” di sekitar pembangkit listrik di seluruh negeri. Aksi ini direncanakan sebagai simbol persatuan sekaligus upaya melindungi infrastruktur penting dari kemungkinan serangan.
Pihak Iran menyebut gerakan tersebut sebagai bentuk solidaritas nasional dan komitmen rakyat dalam menjaga fasilitas vital negara. Ribuan warga diperkirakan akan ikut serta dalam aksi tersebut, termasuk kalangan muda dan berbagai elemen masyarakat.
Di sisi lain, Iran juga memperingatkan akan melakukan balasan besar jika serangan benar-benar terjadi. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas sipil dapat memicu respons luas yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
Situasi ini semakin menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sejumlah pihak internasional pun menyerukan agar kedua negara menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna menghindari konflik terbuka yang lebih besar.





