Akses Terputus, Warga Bireuen Andalkan Kereta Gantung untuk Menyeberang
Warga di Kabupaten Bireuen, Aceh, terpaksa menggunakan kereta gantung sederhana untuk menyeberangi sungai setelah jembatan penghubung di wilayah tersebut putus. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir dan menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk beraktivitas.
Kereta gantung yang digunakan merupakan rakitan swadaya masyarakat dengan memanfaatkan tali baja dan katrol. Meski terlihat sederhana, alat tersebut digunakan setiap hari oleh warga, termasuk anak-anak dan lansia, untuk pergi ke sekolah, bekerja, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga mengaku tidak memiliki pilihan lain karena jembatan yang sebelumnya menjadi akses utama mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan perbaikan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk membangun kembali jembatan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan lebih aman.
Di sisi lain, penggunaan kereta gantung ini dinilai cukup berisiko, terutama saat debit air sungai meningkat atau cuaca buruk melanda. Namun, demi tetap bisa beraktivitas, warga terpaksa mengambil risiko tersebut.
Pemerintah setempat disebut telah menerima laporan terkait kondisi ini dan tengah mengupayakan solusi. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat menggunakan kereta gantung demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.





