Sekitar 60 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika disuspend karena belum memenuhi standar yang ditetapkan. Hingga sekarang, ada 11 dari total 18 SPPG yang terdampak. Angka ini cukup besar
dan menunjukkan bahwa di wilayah Kabupaten Mimika masih tergolong belum siap sepenuhnya untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan banyak hal yang masih perlu diperbaiki, terutama dari sisi kesiapan teknis dan kelengkapan fasilitas.Permasalahan yang ditemukan tidak hanya satu, tapi termasuk beberapa hal penting. Mulai dari fasilitas pendukung yang belum memadai, seperti sistem pengolahan limbah, hingga aspek administrasi yang belum
lengkap. Ada juga beberapa SPPG yang belum sepenuhnya siap untuk menjalankan operasional sesuai standar yang sudah ditetapkan, sehingga perlu dilakukan pembenahan ulang sebelum kembali berjalan normal.
Kondisi ini menunjukan jika pelaksanaan program tidak semuanya berjalan lancar dan masih ada daerrah- daerah butuh penyesuaian lebih lama, terutama di daerah yang lebih terpencil dan minim sosialisasi. Dengan
adanya pemberhentian operasional sementara ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap SPPG benar-
benar siap dari sisi fasilitas, pengelolaan, maupun kualitas layanan yang diberikan ke masyarakat sebelum kembali beroperasi
Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah:
- Total ada 18 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)
- 11 unit disuspend (≈60%)
- Hanya 7 SPPG yang masih beroperasi
Artinya, sebagian besar dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara
Tidak memenuhi standar IPAL (limbah)
- Banyak SPPG belum punya atau belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
- Ini krusial karena terkait kesehatan lingkungan dan keamanan pangan





