Gelombang protes terkait kebijakan energi kembali bergulir. Kali ini, kelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan long march mulai dari kawasan Dukuh Atas menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel Capai 1.286 Orang, Kerugian Ditaksir Rp35 Miliar

Dalam aksi tersebut, massa sempat tertahan dan menyuarakan aspirasinya di perempatan Jalan Kebon Sirih. SLOT GACOR Uniknya, para demonstran yang didominasi oleh kaum ibu ini tampak kompak mengenakan pakaian serba merah muda (pink) serta membawa berbagai atribut rumah tangga, mulai dari bunga hingga peralatan dapur seperti panci, sebagai simbol jeritan hati atas beban hidup yang semakin mencekik.

Tuntutan utama yang mereka bawa dalam aksi ini adalah mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga BBM dinilai berdampak langsung terhadap melonjaknya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok sehari-hari yang harus ditanggung oleh sektor rumah tangga.\

Baca Juga: China Geram Taiwan Ajak Warganya Bocorkan Informasi Intelijen, Beijing Ancam Ambil Langkah Balasan

Akibat adanya aksi long march dan orasi di perempatan Jalan MH Thamrin - Jalan Kebon Sirih tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan yang cukup padat. LOGIN OASIS Terdengar sahutan klakson dari para pengguna jalan yang tersendat.

Sejumlah aparat kepolisian pun disiagakan di lokasi untuk mengamankan jalannya demonstrasi serta melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi.

source: Bawa Panci, Aliansi Perempuan Demo di Kebon Sirih Tuntut Harga BBM Turun