Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Dalam forum tersebut, peserta menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, namun sekaligus mendorong sejumlah perbaikan agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah usulan agar dapur pesantren dapat ditetapkan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus bagi pesantren yang telah memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan akuntabilitas. Langkah ini dinilai dapat memanfaatkan infrastruktur pesantren yang sudah tersedia sekaligus memperluas jangkauan program MBG.
Baca Juga: Mitra Dapur MBG Bandung Waswas, Pengembalian Modal Terancam Tertunda Akibat Evaluasi Program
Selain itu, Munas-Konbes NU juga merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG agar tetap sesuai dengan tujuan awal program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Evaluasi tersebut mencakup aspek ketepatan sasaran, efisiensi anggaran, transparansi, hingga pencegahan praktik penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Forum tersebut juga mendorong pemerintah menyusun regulasi yang lebih adaptif terhadap karakteristik pesantren, menyederhanakan persyaratan administratif, serta memperluas pendampingan bagi pesantren yang ingin menjadi mitra program MBG. Dengan demikian, lebih banyak pesantren diharapkan dapat berpartisipasi tanpa terkendala proses birokrasi yang rumit.
Baca Juga: Polisi Dalami Asal Airsoft Gun yang Dipamerkan Adam Deni Saat Insiden di Jakarta Utara
NU turut menekankan pentingnya integrasi program MBG dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Keterlibatan koperasi, petani, peternak, nelayan, UMKM, dan badan usaha milik pesantren dalam rantai pasok pangan dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat keberlanjutan program.
source: Munas-Konbes NU 2026 Dorong Dapur Pesantren Jadi Mitra MBG, Sahkan 6 Rekomendasi untuk Pemerintah
