““Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya sabotase ataupun unsur kesengajaan.” — Irjen Nunung Syaifuddin”
Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra akhirnya mulai menemukan titik terang. Hasil investigasi sementara dari Bareskrim Polri memastikan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh aksi sabotase.
Tim penyidik bersama Puslabfor dan pihak PLN telah melakukan pemeriksaan langsung di titik putus sambungan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Jambi.
Baca Juga: Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun, Pemerintah Fokus Efisiensi Program
Dari hasil pemeriksaan awal, kabel konduktor ditemukan dalam kondisi terputus tidak rapi. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi kuat bahwa kerusakan dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem, bukan karena adanya unsur kesengajaan manusia.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyatakan hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya tindakan sabotase dalam peristiwa blackout tersebut. Polisi masih terus mendalami penyebab utama putusnya kabel transmisi guna memastikan detail teknis gangguan.
Baca Juga: AS Larang Masuk Warga Afrika Terkait Wabah Ebola, Pengawasan Perbatasan Diperketat
Sementara itu, PLN mengungkap gangguan terjadi akibat cuaca buruk yang memicu kerusakan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan tersebut kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatra hingga menyebabkan pemadaman besar di berbagai daerah.
Blackout yang terjadi sejak Jumat malam (22/5/2026) berdampak pada jutaan pelanggan listrik di berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Lampung. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan ratusan personel PLN di lapangan.
source: Hasil Investigasi Sumatra Blackout: Kabel Transmisi SUTET Terputus Tidak Rapi
